LDII

Pengajian Remaja LDII Kota Bandung Bekali Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial

BANDUNG — DPD LDII Kota Bandung menggelar Pengajian Remaja dengan tema Talk Show “Bijak Dalam Bersosial Media” di Masjid Sabiilul Muttaqin, Margasari, Buah Batu, pada Minggu (27/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh remaja muda-mudi LDII Kota Bandung sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membangun karakter generasi muda yang bijak dalam memanfaatkan media sosial.

Pengajian Remaja LDII dengan tema “Bijak Bersosial Media”

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPD LDII Kota Bandung, Gumilar Hadiningrat, Dany Syaiful Ramdhan dari pembina remaja muda-mudi LDII, serta Desca Fathurrajab dari pengurus remaja LDII. Ketiganya menyampaikan materi mengenai etika bermedia sosial, literasi digital, serta pentingnya menjaga karakter dan akhlak dalam aktivitas di ruang digital.

Dalam suasana yang interaktif, para peserta diajak memahami berbagai tantangan yang muncul di era digital, khususnya terkait penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Melalui format talk show, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai fenomena yang sering ditemui di dunia maya.

Wakil Ketua DPD LDII Kota Bandung, Gumilar Hadiningrat, menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab dalam aktivitas media sosial. Ia menekankan bahwa setiap pengguna media sosial perlu memahami batasan informasi yang boleh dan tidak boleh dibagikan kepada publik.

Menurutnya, tidak semua informasi layak dipublikasikan. Informasi internal, tangkapan layar percakapan pribadi, alamat rumah, dokumen pribadi seperti KTP, nomor kontak pribadi, maupun berbagai rahasia keluarga dan teman harus dijaga kerahasiaannya. Ia mengingatkan para remaja untuk tidak terburu-buru mengunggah sesuatu apabila masih ragu mengenai dampak atau kelayakannya untuk dipublikasikan.

“Kalau masih ragu apakah suatu informasi boleh dibagikan atau tidak, sebaiknya jangan langsung diunggah ke media sosial,” pesannya.

LDII
Talk Show “Bijak Bersosial Media”

Selain itu, Gumilar mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi ketika menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap anggota perlu memahami bahwa aktivitas digital yang dilakukan secara pribadi dapat saja dikaitkan dengan organisasi yang diikutinya.

Ia menegaskan agar permasalahan pribadi tidak dibawa dan dikaitkan dengan organisasi. Sebaliknya, setiap anggota perlu mampu membedakan kepentingan pribadi dengan identitas organisasi sehingga citra organisasi tetap terjaga dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Gumilar juga memberikan panduan ketika menghadapi kritik atau serangan di media sosial. Ia mengimbau para remaja untuk tidak mudah terpancing emosi dan mampu membedakan antara kritik yang membangun, kesalahpahaman, maupun provokasi.

Menurutnya, tidak semua komentar harus dibalas. Apabila diperlukan, klarifikasi dapat dilakukan secara tenang dan berdasarkan fakta. Sementara terhadap konten yang bersifat menyerang atau provokatif, pengguna media sosial dapat memanfaatkan fitur report maupun block tanpa perlu membalas dengan hinaan atau membuka aib pihak lain.

Materi lainnya yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya menjaga kehormatan dan privasi orang lain. Gumilar mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan sarana untuk menyebarkan aib seseorang.

Ia menegaskan bahwa foto, video, maupun cerita pribadi orang lain tidak seharusnya disebarluaskan tanpa alasan yang benar. Para remaja juga diingatkan untuk tidak ikut memperbesar penyebaran konten yang mempermalukan seseorang, karena di balik setiap konten terdapat manusia yang memiliki kehormatan dan martabat yang harus dihormati.

Dalam perspektif agama, menjaga aib sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang perlu diterapkan baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.

Lebih lanjut, Gumilar mengajak para peserta memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan hal-hal positif. Menurutnya, media sosial dapat digunakan untuk membagikan kegiatan yang bermanfaat, menyampaikan edukasi, memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, serta mendokumentasikan kegiatan yang memang layak dipublikasikan.

Ia menekankan bahwa tujuan utama penggunaan media sosial bukan sekadar mengejar viralitas, tetapi memberikan manfaat dan nilai positif bagi lingkungan sekitar. Selain itu, penggunaan bahasa yang santun dan baik dalam setiap unggahan juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang sehat di ruang digital.

Pada akhir sesi, Gumilar mengingatkan para peserta mengenai pentingnya memahami jejak digital. Ia menjelaskan bahwa setiap unggahan yang dibuat hari ini dapat tetap ditemukan dan memberikan dampak di masa mendatang.

Karena itu, setiap anggota organisasi perlu menyadari konsekuensi dari aktivitas digital yang dilakukan, terutama ketika membawa identitas organisasi. Menurutnya, citra positif organisasi dapat dibangun melalui perilaku digital yang bertanggung jawab, santun, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan Pengajian Remaja bertema Talk Show “Bijak Dalam Bersosial Media” ini, LDII Kota Bandung berharap para remaja memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi secara positif. Dengan bekal literasi digital, etika bermedia sosial, serta pemahaman agama yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, dan penuh manfaat.