DPD LDII Kota Bandung Hadiri Ceramah Umum & Doa Bersama Refleksi Akhir Tahun Hari Jadi Kota Bandung ke-215
ldiibandung.or.id — DPD LDII Kota Bandung menghadiri undangan Pemerintah Kota Bandung dalam acara Ceramah Umum & Doa Bersama Refleksi Akhir Tahun yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bandung ke-215. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Al Ukhuwwah, Jalan Wastukencana No. 27, Kota Bandung.
Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, serta Ust. Totoh Noufal Istikhory. Turut hadir pula FKUB Kota Bandung, Kementerian Agama, Forkopimda Kota Bandung, dan seluruh ormas keagamaan, termasuk LDII Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan Kota Bandung.
“Kota Bandung harus tumbuh menjadi kota yang menunjukkan keberagaman yang bersatu. Kita satu sebagai bagian dari Kota Bandung, satu bagian dari Provinsi Jawa Barat, dan satu dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Namun di dalam kesatuan itu ada keberagaman suku, agama, bahkan kondisi seperti saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semua ini menunjukkan Bandung adalah kota yang terbuka, inklusif, dan menjunjung nilai keadilan serta kesetaraan,” ujarnya.
Farhan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tengah fokus membentuk Masyarakat Tangguh Bencana, mengingat kondisi alam Indonesia yang terus berubah.
Ia menyampaikan bahwa ciri masyarakat tangguh bencana meliputi kemampuan mitigasi, penanggulangan, dan pemulihan pascabencana. Pemerintah Kota Bandung pun telah mengoptimalkan peran BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sebagai ujung tombak respons kebencanaan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Utara dan Aceh, Pemkot Bandung telah berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp. 2 miliar, yang akan disalurkan melalui Bandara Husein Sastranegara bekerja sama dengan TNI AU.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung juga melakukan penyerahan simbolis insentif guru keagamaan se-Kota Bandung, dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp. 39 miliar.

Mengisi sesi ceramah umum, Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh menyampaikan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Ia mengajak masyarakat Kota Bandung menjadikan momentum akhir tahun sebagai kesempatan memperbaiki kualitas pribadi dan sosial.
Menurutnya, muhasabah merupakan kunci bagi umat dalam meningkatkan ketakwaan serta menjadikan kehidupan bermasyarakat lebih berakhlak dan beradab.

Wakil Ketua DPD LDII Kota Bandung, H. Isnain Waluyo, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam merangkul seluruh elemen masyarakat.
“LDII Kota Bandung sangat menghargai undangan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan ormas keagamaan. Semangat keberagaman yang disampaikan Bapak Wali Kota sejalan dengan nilai-nilai yang kami bangun dalam LDII, yaitu rukun, kompak, dan kerja sama yang baik. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar tercipta masyarakat Bandung yang semakin harmonis dan religius,” ujar Isnain.
Dalam kesempatan tersebut, LDII Kota Bandung ikut serta memberikan bantuan untuk bencana di Sumatera dan Aceh yang dikumpulkan oleh Panitia penyelenggara.
LDII berharap dengan adanya acara ini bisa menjadi momentum dan sebagai pengingat penting agar seluruh umat senantiasa mengevaluasi diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kontribusi positif bagi sesama manusia.

